Senin, April 27, 2009

3 days after UN

Alhamdulillah ...
akhirnya selesai juga UN SMA
meski sudah selesai tapi masih menyisakan beberapa catatan, khususnya untuk Matematika IPA/IPS. Memang sudah sesuai dengan SKL, tapi untuk Matematika IPA tingkat kesulitannya terlalu tinggi (menurut penilaian saya pribadi, beberapa guru dan tentu saja peserta UN sendiri).
Tipe soal yang dibuat A dan B dalam beberapa nomor pengacakannya kurang tepat, karena masih ada soal sama nomornya juga sama.
Ada juga soal yang tidak ada jawabannya. Untuk Matematika IPA Paket A(P14) nomor 23 dan 30, Paket B (P47) nomor 20 dan 27. Untuk Matematika IPS Paket A (P14) nomor 31, Paket B (P47) nomor 31 juga. Ada yang berpendapat lain?
Bagaimana nihPuspendik Balitbang, BSNP dan Depdiknas?
Tapi bagaimanapun soalnya, semoga bisa memberikan yang terbaik! amin 3x ...

Selasa, Maret 03, 2009

Mathematic Quiz 6

Question:
A bag contains 8 red balls, 9 purple balls, and 10 white balls. If two balls are drawn at the same moment, then find the probability that :
a. two balls drawn are different colors
b. two balls drawn are same colors
(Note : Probability)

Terms and conditions:
  • Write about your answer, name, class and handphone number.
  • Send via email to imamtoifur@yahoo.com with subject Mathematic Quiz 6 or sms to 081328899843.
  • Mathematic Quiz is closed on April 30, 2009.
  • You are rewarded for your effort by 2 unit pulse @Rp 20.000,00.
  • Each student only sends one answer.
  • Only eSeMAN1S's students are permitted to send this Mathematic Quiz.
  • See you and good luck.

Mathematic Quiz 5
Answer :
a. 833
b. 6247500
Please click here for details.
Right answer : Erna Rahayu (XII IA1)
Wrong answer : Siti Fatimah (XII IA1)

Sabtu, Februari 21, 2009

Ponari apa Mpok Nori?

Muhammad Ponari yang baru kelas III SD sontak jadi selebritis. Dukun cilik asal Jombang ini dipercaya mempunyai kekuatan lebih. Konon kekuatan Ponari karena terkena petir (berarti mirip Gundala Putra Petir atau Flash Gordon hehe...) dan mendapatkan sebuah batu (watu gludhug) yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Percaya tidak percaya namun praktek pengobatannya laris manis. Menyedot banyak pengunjung, bahkan sampai menyebabkan beberapa pengantri tewas. Ini foto Ponari yang bener, yang di atas tu Mpok Nori (hehe...)
Saking larisnya air bekas celupan watu gludhug Ponari, akhirnya dibuat dalam kemasan kaleng, seperti ini (hehe...)

Sabtu, Januari 31, 2009

Cokelat

Hampir semua orang suka makan cokelat. Padahal rasa asli cokelat sebenarnya pahit dan tidak terlalu enak. Bagaimana cara mengolah cokelat sehingga bisa menjadi makanan yang begitu nikmat dan disukai banyak orang?

Kata cokelat berasal dari xocoatl (bahasa suku Aztec) yang berarti minuman pahit. Cokelat berasal dari pohon cokelat (Theobroma cacao), yang berarti food of the Gods (makanan para dewa), sehingga masyarakat primitif menggunakan biji cokelat untuk upacara keagamaan dan komoditi berharga. Suku Olmec Indian dari Meksiko Timur mengonsumsi sejak abad ke-1 dan 2. Suku Maya dan Aztec mengonsumsi cokelat sebagai minuman.

Abad ke-16, penjajah Spanyol mengenalkan cokelat ke Eropa. Tahun 1828, ahli kimia Belanda Conrad van Houten, berhasil memisahkan bagian yang berminyak dan menggiling sisa biji menjadi bubuk cokelat. Temuan ini diikuti Joseph Fry dari Inggris yang menemukan cokelat dapat dikunyah langsung dan ahli cokelat dari Swiss Daniel Peter yang mencampur cokelat dengan susu.

Rasa cokelat yang aslinya pahit bisa menjadi nikmat karena diolah dengan campuran halus massa kakao dan gula (sukrosa atau matitol), serta ditambah mentega kakao untuk mempermudah pencetakan. Proses selanjutnya adalah conching, cokelat dipukul-pukul dengan roll mesin sekitar 12 jam. Agar lebih berkualitas conching bisa sampai berhari-hari pada suhu 80o C. Akhirnya dicampurkan mentega cokelat agar cokelat mengental.

Sebelum dicetak, dilakukan tempering, yaitu memindahkan panas cokelat (pada suhu 26o C) secara cepat dan seragam agar diperoleh warna dan tekstur cokelat yang baik. Tempering juga berfungsi mengaduk cokelat agar tidak ada gelombang udara di dalam cokelat. Pada saat proses penggilingan juga ditambahkan lechitins dan polyglycerolpolyricinoleate sebagai emulser. Setelah itu cokelat bisa mulai dikemas dengan syarat kemasan harus mampu melindungi cokelat dari kerusakan mekanik, absorbsi atau kehilangan air, absorbsi aroma lain, kontaminasi dan efek cahaya yang dapat mempercepat proses oksidasi.

Kandungan unsur dalam cokelat ternyata cukup banyak, dan sebagian besar baik untuk menjaga kesehatan. Ada kandungan asam stearat (35%) dan asam palminat (25%). Jenis lemak dalam mentega kakao ini tidak menyebabkan peningkatan kolesterol. Lalu ada asam oleat (35%) dan asam linoleat (3%) yang termasuk asam lemak tak jenuh, jadi tidak mengakibatkan gangguan jantung.

Ada lagi gula atau sukrosa. Biasanya bisa mengakibatkan pengikisan gigi. Namun kandungan asam tannat dalam cokelat menghambat pembentukan plak gigi. Ada juga kandungan theobromine yang sedikit mengandung caffein. Itulah mengapa cokelat bisa membuat kita tetap aktif. Polyphenol dalam cokelat berfungsi sebagai antioksidan yang dapat mencegah oksidasi dan pengendapan senyawa lemak dalam darah pada pembuluh darah sehingga terhindar gangguan sakit jantung.

Lalu phenyletylamine yang merupakan amphetamine yang dapat mendorong aktivitas neurotransmitter sehingga membuat kita tetap terjaga dan lebih konsentrasi. Yang terakhir adalah katekin yang membuat kulit tetap kencang.

Namun, segala sesuatu kalau berlebihan tetaplah tidak baik. Begitu pula mengonsumsi makanan atau minuman dari cokelat. Kandungan gula dalam cokelat tidak baik bagi penderita diabetes, kencing manis, dan batu ginjal. Apalagi banyak cokelat yang dijual di pinggir jalan atau di sekolah yang kualitasnya tidak baik, biasanya ada campuran zat kimia di dalamnya. Tak kalah penting, harus cermat meneliti tanggal kadaluwarsa. Agar tetap sehat menikmati cokelat, selain memilih kualitasnya, juga perlu banyak minum setelah makan cokelat.

Ehm….nikmatnya cokelat!


Minggu, Januari 04, 2009

Mathematic Quiz 5

Question:
a. Find the number of multiples of 6 between 5000 and 10000
b. Find the sum of all multiples of 6 between 5000 ans 10000
(Note : Arithmetic Sequence and Series)

Terms and conditions:

  • Write about your answer, name, class and handphone number.
  • Send via email to imamtoifur@yahoo.com with subject Mathematic Quiz 5 or sms to 081328899843.
  • Mathematic Quiz is closed on February 28, 2009.
  • You are rewarded for your effort by 2 unit pulse @Rp 20.000,00.
  • Each student only sends one answer.
  • Only eSeMAN1S's students are permitted to send this Mathematic Quiz.
  • See you and good luck.

Mathematic Quiz (December)
Answer : l = 3 m, w = 3 m, h = 1,5 m. Click here for details
Winners : -

Sabtu, Desember 20, 2008

Something Bothering and Worrying You?

DOES STUDYING EXHAUST YOU?

IT DOESN’T EXHAUST THEM!

ARE YOU BORED PLAYING THE SAME GAMES...?

THEY DON’T HAVE ANY OPTION!!!

DID THEY BUY YOU ADIDAS, WHEN YOU WANTED NIKE...?

THEY ONLY HAVE THIS BRAND!!!

DON’T COMPLAIN...

AND IF, INSPITE OF EVERYTHING, YOU KEEP GETTING YOURSELF WORRIED...

LOOK AROUND YOU.. THANK GOD
FOR EVERYTHING THAT HE ALLOWS YOU TO HAVE IN THIS BRIEF LIFE...

SAY WITH HUMBLENESS:

THANK YOU LORD, FOR ALL THE BLESSINGS THAT YOU GIVE ME, FOR MY HEALTH, FOR MY FAMILY, FOR MY CHILDREN, FOR MY WORK, MY FRIENDS AND FOR EVERYTHING, GOD!!!

GIVE THE OPPORTUNITY TO THOSE WHO FORGOT YOU AND THOSE WHO DON'T KNOW YOU, TO KNOW YOU AND GET A SHARE OF YOUR KINDNESS AND MERCY... AMIEN

REMIND YOURSELF
TO ASK LESS,
AND THANK MORE!!!


PLEASE, PASS THIS ON!

Sabtu, Desember 13, 2008

Keajaiban pada Semut

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. (Q.S. An Naml : 18)

Semut adalah makhluk hidup dengan populasi terpadat di dunia. Perbandingannya, untuk setiap 700 juta semut yang muncul ke dunia ini, hanya terdapat 40 kelahiran manusia. Tentu masih banyak informasi lain yang menakjubkan bisa dipelajari tentang makhluk ini.
Semut merupakan salah satu kelompok yang paling “sosial” dalam genus serangga dan hidup sebagai masyarakat yang disebut “koloni”, yang “terorganisasi” luar biasa baik. Tatanan organisasi mereka begitu maju sehingga dapat dikatakan dalam segi ini mereka memiliki peradaban yang mirip dengan peradaban manusia.
Semut merawat bayi-bayi mereka, melindungi koloni, dan bertempur di samping juga memproduksi dan menyimpan makanan. Bahkan ada koloni yang melakukan pekerjaan yang bersangkutan dengan “pertanian” atau “peternakan”. Dengan jaringan komunikasi yang sangat kuat, hewan ini begitu unggul sehingga tak dapat dibandingkan dengan organisme mana pun dalam segi spesialisasi dan organisasi sosial.
Di masa kini, para peneliti yang cerdas dan berpendidikan tinggi bekerja siang malam dalam pelbagai lembaga pemikiran untuk merumuskan organisasi sosial yang sukses dan menemukan solusi yang langgeng untuk berbagai masalah ekonomi dan sosial. Para ideolog juga telah menghasilkan berbagai model sosial selama berabad-abad. Namun secara umum, belum terlihat tatanan sosial sosio-ekonomis yang berhasil dicapai melalui segala upaya intensif ini. Karena sejak dulu konsep tatanan masyarakat manusia didasarkan pada persaingan dan kepentingan individu, tatanan sosial yang sempurna tidak mungkin tercapai. Sementara, semut-semut telah menjalani sistem sosial yang ideal bagi mereka selama jutaan tahun hingga hari ini.
Lalu, bagaimana makhluk kecil ini membentuk tatanan seperti itu? Jawaban untuk pertanyaan ini jelas harus dicari.
Para evolusionis mencoba menjawab pertanyaan ini dengan klaim bahwa semut telah berevolusi 80 juta tahun yang lalu dari Tiphiidae, sebuah genus purba rayap, dan mulai bersosialisasi 40 juta tahun yang lalu secara seketika, “atas keinginan sendiri” dan membentuk tingkat tertinggi dalam evolusi serangga. Namun, para evolusionis ini tidak menjelaskan sama sekali apa penyebab perkembangan sosialisasi ini dan bagaimana prosesnya. Perlu dicatat, mekanisme dasar evolusi mengharuskan makhluk hidup saling bertarung hingga titik terakhir, untuk kelangsungan hidup masing-masing, oleh karena itu setiap genus serta setiap individu di dalamnya hanya bisa memikirkan dirinya sendiri dan anaknya. Mengapa dan bagaimana ia mulai memikirkan anaknya juga merupakan jalan buntu bagi Evolusi. Tentu saja, bagaimana “hukum evolusi” ini dapat membentuk sistem sosial yang berpusat pada pengorbanan, tidak terjawab.
Pertanyaan yang harus dijawab tidak hanya itu. Mungkinkah makhluk ini, yang berat sel saraf dari sejuta ekornya hanya 20 gram, telah mengambil keputusan untuk bersosialisasi dalam kelompok “secara begitu saja”? Atau, mungkinkah mereka berkumpul dan menetapkan peraturan untuk sosialisasi ini setelah mengambil keputusan? Andaipun kita anggap ini mungkin, mungkinkah bagi mereka semua untuk mematuhi sistem baru ini tanpa kecuali? Apakah mereka lalu membentuk tatanan sosial yang maju dengan mendirikan koloni dengan anggota berjuta-juta ekor semut, setelah mengatasi semua kemustahilan ini?
Lalu bagaimana “sistem kasta” muncul dari pergumulan ini? Pertama, pertanyaan ini harus dijawab: Bagaimanakah berkembangnya perbedaan antara ratu dan pekerja? Tentang hal ini para evolusionis berpedapat bahwa sekelompok pekerja meninggalkan pekerjaannya dan mengembangkan fisiologi yang berbeda dengan semut pekerja lain, dengan cara mengalami variasi genetis dalam masa panjang. Namun, kita lalu dihadapkan pada pertanyaan bagaimana para “calon ratu” tersebut mendapat makanan selama masa transformasi ini. Semut ratu tidak pernah mencari makanan. Mereka dibawakan makanan oleh pekerja. Sebagian pekerja mungkin menganggap dirinya sebagai “ratu”, tapi bagaimana dan mengapa para pekerja lain menerima hierarki ini? Selanjutnya, mengapa mereka mau memberi makan ratu ini? “Perjuangan hidup” yang mereka jalani, menurut “evolusi”, mengharuskan mereka hanya memikirkan diri sendiri.
Semua serangga melewatkan sebagian besar waktunya mencari makan. Mereka mencari dan memakan makanan, lalu mereka lapar lagi, dan kembali pergi mencari makan. Mereka juga lari dari bahaya. Jika kita menerima evolusi, kita juga harus menerima bahwa dulu semut juga hidup “secara individual”, tetapi pada suatu hari, jutaan tahun yang lalu, mereka memutuskan untuk tersosialisasi. Maka muncul pertanyaan, bagaimana mereka “memutuskan” untuk “membentuk” tatanan sosial ini tanpa komunikasi yang sama di antara mereka, karena menurut evolusi, komunikasi adalah konsekuensi dari sosialisasi. Selanjutnya, persoalan bagaimana mereka mengembangkan mutasi genetik yang diperlukan untuk sosialisasi ini tidak memiliki penjelasan ilmiah apa pun.
Semua argumen ini membawa kita pada satu titik: Klaim bahwa semut mulai “bersosialisasi” pada suatu hari jutaan tahun yang lalu melanggar semua aturan dasar logika. Satu-satunya penjelasan yang mungkin adalah: tatanan sosial diciptakan bersamaan dengan semut itu sendiri dan sistem ini tidak berubah sejak koloni semut yang pertama di bumi, hingga hari ini.
Saat menyebutkan lebah yang tatanan sosialnya mirip dengan semut, Allah menyatakan dalam Al Quran bahwa tatanan sosial ini telah “diwahyukan” kepada mereka:

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (Q.S. An Nahl : 68-69)

Ayat ini menyampaikan pesan bahwa segala sesuatu yang dilakukan lebah madu diatur oleh “wahyu” yang diberikan Allah kepada mereka. Sesuai dengan itu, semua “rumah” atau sarang dan, karenanya, seluruh tatanan sosial dalam sarang ini dan semua pekerjaan yang mereka lakukan untuk membuat madu, dimungkinkan oleh ilham yang diberikan Allah kepada mereka.
Ketika melihat semut, kita melihat bahwa keadaan mereka tidak berbeda. Allah juga telah mengilhami mereka dengan tatanan sosial dan mereka menurutinya secara mutlak. Inilah sebabnya setiap kelompok semut melaksanakan tugas yang ditugaskan kepadanya secara sempurna dan dengan kepasrahan mutlak dan tidak menuntut lebih.
Dan inilah hukum alam. Di alam tak ada “pertarungan untuk kelangsungan hidup” yang acak dan kebetulan, seperti yang diklaim evolusi, tidak pernah pula ada di masa dulu. Sebaliknya, semua makhluk hidup memakan “makanan” yang ditentukan untuk mereka dan melakukan tugas yang ditugaskan Allah kepada mereka.

Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus." (Q.S. Hud : 56)

Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. (Q.S. Adz Dzaariyaat : 58)