Kamis, September 25, 2008

Hidup Hanya Sebentar

#HIDUP HANYA SEBENTAR#
SEBENTAR senang
SEBENTAR sedih
SEBENTAR bokek
SEBENTAR berduit
SEBENTAR ketawa
SEBENTAR lagi...
$ LEBARAN Idul Fitri 1429 H $
Mohon Maaf Lahir Batin

Yu Juminten beber kloso
Dodolan kupat neng ngarep gapuro
Meniko dinten badhe riyoyo
Menawi lepat nyuwun ngapuro

Kamis, September 18, 2008

Buku Sekolah Elektronik (BSE)

Baru-baru ini ada angin segar yang diembuskan pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Selain anggaran pendidikan dalam APBN yang akan dinaikkan lagi, juga tersedianya sejumlah buku teks pelajaran yang hak ciptanya telah dimiliki Depdiknas dan sudah dinilai kelayakannya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Buku-buku ini tersedia dalam situs Buku Sekolah Elektronik (BSE), yang beralamat di http://www.bse.depdiknas.go.id yang dapat dibaca, diunduh (download) dan dicetak secara gratis. Proses downloadnya sangat mudah. Setelah masuk ke situs tersebut, Anda diminta untuk log in. Jika belum terdaftar, Anda bisa mendaftar lebih dulu. Di situs BSE tersedia buku-buku teks untuk tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK. Setelah menemukan buku yang akan didownload Anda bisa memilih untuk download satu buku secara penuh atau per bab sesuai kebutuhan. Tetapi alangkah baiknya secara penuh, apalagi jika akan download beberapa buku sekaligus, toh pada akhirnya waktu proses pencetakan Anda bisa memilih lagi sesuai bab yang diinginkan. Berikutnya akan muncul tab baru dan Anda diminta untuk memasukkan kode pengaman yang muncul pada tab tersebut. Yang perlu diingat bahwa semua file dalam bentuk terkompres (zip) dan diperlukan program WinRar untuk mengurainya. Kebanyakan file dalam format .pdf dan diperlukan program Adobe Acrobat Reader untuk membukanya. Tetapi jangan khawatir karena di situs ini tersedia software pendukungnya yaitu Adobe Acrobat Reader, WinRar dan Adobe Flash Player 9. Silahkan Anda coba semoga berhasil dan bermanfaat tentunya. Amin ....

Sabtu, September 13, 2008

Keajaiban Air Zamzam

Molekul Air Zamzam

Air apa di dunia ini yang lebih hebat dari air zamzam? Yang bisa bertahan dan terpelihara selama ribuan tahun dan bisa mengeluarkan puluhan juta liter air dari sumurnya yang kecil serta airnya tak pernah kering selama ribuan tahun.Kandungan airnya juga mempunyai daya mematikan kuman, selain berkhasiat untuk mengatasi kehausan, kelaparan dan penyembuhan penyakit. Dan masih banyak khasiat lainnya.
Berapa banyak sih air zamzam yang dikonsumsi manusia setiap musim hajinya?

Jamaah haji Indonesia saja ada 205 ribu orang. Kalau setiap orang menenteng 5 liter zamzam ketika pulang ke tanah air, itu berarti sudah 1.025.000liter. Selain itu, di Mekah jemaah bebas minum air zamzam.

Seandainya jamaah rata-rata menghabiskan satu liter zamzam dalam sehari, maka seluruh jemaah haji Indonesia memerlukan 6 juta liter! (selama menginap 30 harian di Mekah). Jadi totalnya diperlukan 7 juta liter zamzam dalam satu musim haji. Sementara jemaah haji Indonesia ini hanya 10 persennya saja dari dua jutaan jemaah seluruh dunia.

Padahal sumur Zamzam itu hanya punya kedalaman air 30 meter dengan diameter sumur berkisar antara 1,46 meter hingga 2,66 meter. Penelitian menunjukkan, mata air zamzam bisa memancarkan air sebanyak 11-18 liter air per detik. Dengan demikian, setiap menit akan dihasilkan 660 liter air.
Itulah yang mencengangkan.

Air Zamzam yang ajaib

Dalam penelitian ilmiah yang dilakukan di laboratorium Eropa, terbukti bahwa zamzam memang lain. Kandungan airnya berbeda dengan sumur-sumur yang ada di sekitar Makah.

  • Kadar Kalsium dan garam Magnesiumnya lebih tinggi dibanding sumur lainnya, berkhasiat untuk menghilangkan rasa haus dan efek penyembuhan.
  • Zamzam juga mengandung zat fluorida yang berkhasiat memusnahkan kuman-kuman yang terdapat dalam kandungan airnya.
  • Yang juga menakjubkan adalah, tak ada sedikit pun lumut di sumur ini. Zamzam selalu bebas dari kontaminasi kuman.
  • Anehnya lagi, pada saat semua sumur air di sekitar Mekah dalam keadaan kering, sumur zamzam tetap berair. Dan zamzam memang tak pernah kering sepanjang zaman.
  • Beberapa ulama fikih merekomendasikan agar jamaah haji membawa zamzam ketika pulang ke negaranya sebab zamzam itu bisa sebagai obat untuk suatu penyembuhan.

“Air zamzam adalah (berguna) untuk apa yang peminumnya inginkan. Kalau seseorang minum supaya disembuhkan (dari penyakit), Allah akan menyembuhkannya. Jika seseorang meminumnya supaya kenyang, Allah akan membuatnya kenyang. Dan bila seseorang meminumnya untuk menghilangkan dahaganya, maka Allah akan menghilangkannya. (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Dan ini terbukti, banyak jamaah dari Indonesia maupun negara lain yang pernah merasakan keajaiban air zamzam.

Dimana Kita Dapatkan Air Zamzam?

Tempat sumur zamzam itu kini sudah ditutup. Namun jemaah tak kesulitan untuk mendapatkan air zamzam di setiap sudut masjid. Air zamzam disediakan dalam termos-termos besar dengan gelas plastik sekali pakai. Setiap jamaah yang datang ke Masjidil Haram akan dapat minum air zamzam kapan pun diinginkan karena Masjidil Haram buka selama 24 jam penuh.

Di Mesjid Madinah dan tempat-tempat ziarah pun sudah disediakan air zamzam dengan gratis. Dan jangan khawatir, saat Anda pulang ke Tanah Air bakal dibekali dengan 5 liter air zamzam.

Manfaatkan dan perlakukanlah air ajaib ini dengan hormat.

Semoga kita semua diberi kesempatan untuk melaksanakan rukun Islam ke-5 (haji) dan mendapatkan air zamzam langsung dari asalnya. Amin ....

Sabtu, September 06, 2008

Superhero Actions on September 11, 2001

Hari Kamis ini, 7 tahun yang lalu tepatnya 11 September 2001 di Amrik sono terjadi tragedi kemanusiaan yang menghebohkan Amrik dan bahkan dunia(di Amrik terkenal dengan 9/11, baca nine eleven). Saat itu dua pesawat komersil menabrak menara kembar WTC, New York yang akhirnya terbakar dan hancur lebur. Ribuan orang tewas terpanggang dan ribuan lainnya terluka. Satu pesawat lain menabrak Gedung Pertahanan Amerika (Pentagon). Lha trus pada ngapain ya agen CIA yang terkenal hebat, Pentagon yang punya pesawat paling canggih, satelit mata-mata NASA yang setiap saat mengawasi seluruh dunia. Kok bisa jebol pertahanannya? Juga para superhero ciptaan mereka. Lihat gambar di bawah, ternyata mereka sibuk dengan kerjaan sambilannya.




















Batman lagi jualan hotdog, spiderman bersihin kaca jendela gedung bertingkat, superman nganterin paket titipan kilat, zorro bersihin sampah di taman kota, bahkan 7 superhero anggota KPK (Komisi Pemberantasan Kejahatan) malah antri untuk pemotretan sebuah majalah. Pantesan aja Amrik kebobolan.hehe ....

Kamis, September 04, 2008

Mathematic's Quiz (September)

Question:
A farmer has at least 12 cattles that consist of cows and goats. The farmer ever told to sell all of his cattles at the price of Rp 3.000.000,00. The price of a cow is at least Rp 300.000,00 and the price of a goat is at least Rp 200.000,00. One day, the farmer sells of his cattles, where the profit of each cow is Rp 50.000,00 and the profit of each goat is Rp 40.000,00.
a. If the profit is minimum, find the number of cows and goats!
b. Find the minimum profit!

Terms and conditions:
1. Sign in to your email and write your answer, name, class and handphone number.
2. Send to imamtoifur@yahoo.com with subject Mathematic's Quiz (September).
3. Mathematic's Quiz is closed on September 30, 2008.
4. You are rewarded for your effort by 2 unit pulse @Rp 10.000,00.
5. Each student only sends one answer.
6. Only eSeMAN1S's students are permitted to send this Mathematic's Quiz.
7. See you and good luck.

Senin, September 01, 2008

Nilai UH 1 Matematika (XII IPA)

Nilai Ulangan Harian I (Integral)


Tahun Pelajaran 2008/2009


XII IPA1 XII IPA2


















No


Nama


Nilai


No


Nama


Nilai


1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

40


Anis Arviani

Atika Ulfah Wulandari

Danang Aji Purwanto

Desi Ariani Dwiastuti

Dian Yunnia Rochmah

Dwi Wahyu Lestari

Eko Sulisyanto

Erna Rahayu

Fajar Hendri Jatmiko

Farida Yuda Oktavia

Ida Puji Lestari

Lia Erfiana

Luvi Dwi Astuti

Masrurotul Khoirin Najah

Muhammad Arif Rustam

Munafiatul Khasanah

Nafidh Anwar

Nastiti Purnaningtyas

Nofanto

Normawati

Nur Halimah

Nur Zaidah

Nur'aini Solikhah

Putri Wulan Suciati

Rahmat Anang Prizeyanto

Ratna Dwi Nuraeni

Retno Wulandari

Sari Mukti Laksana

Siti Fatimah

Siti Munadiroh

Susiamah

Titi Nur Umiyati

Tri Setyorini

Verdian Angga Pratama

Vina Nurul Zia

Wahyu Laila Nurochmah

Wuri Wardani

Yuli Nur Diyani

Yuliana Priamsari

Yunianto


65

47

61

40

43

36

72

95

62

84

61

63

52

64

52

47

81

44

71

36

37

66

63

45

56

43

39

62

84

75

51

74

70

69

81

70

76

68

59

79


1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39


Arghinan Nafsi

Atik Rahayu

Bara Yanwar Hadi N.

Devi Wulansari

Dewi Kartika Purnomo Sari

Dico Manggala Dina

Erma Choeriyah

Erna Prastiwi

Fatimatul Astini

Hani Susanti

Heri Kristanto

Hetti Setiyani

Ikmala Maimunah

Ilfan Nur Karim

Istikomah

Lina Asmiyati

Mardi Kusuma

Marsekal Ratih Anjasmami

Muhammad Abdul Azis

Mutiara Kusuma Wardani

Naili Luthfi Syarifah

Netty Ardiyanti

Nur Habibah Zain

Nur Kholis

Nur Latifah Irfani

Nur Nisa Havis

Prantiyo

Rakhma Inaya

Renny Sasmita

Rini Anik Nurbaiti Rubiyanto

Risqi Utami

Sabrina Trisnani

Siti Muchimah

Sulastrimah

Titik Nurdiyanti

Trisnaning Ari Murtiwi

Wahiddiyah Yulistyaningrum

Wahyu Aji

Yudha Arif Nugroho


50

83

56

48

78

76

88

48

43

44

51

51

82

78

70

74

69

67

70

53

95

55

64


66

44

63

71

53

71

62

76

87

62

64

65

49

80

75

Jumat, Agustus 29, 2008

Marhaban Yaa Ramadhan


"Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu (menjadi) orang bertakwa." (QS Al Baqarah : 183)

Beberapa hari lagi umat Islam akan menghadapi Ramadhan, Tamu agung sekaligus bulan suci yang penuh rahmat (kasih sayang), magfirah (pengampunan) dan pembebasan dari api neraka. Momentum yang sangat tepat untuk melakukan perubahan dan perbaikan individu dan sosial. Kesempatan berharga untuk melakukan amal kebajikan, pembinaan jiwa, introspeksi diri dan segala bentuk sarana penunjang untuk meningkatkan kualitas ketakwaan di sisi Allah SWT. Bulan yang lebih baik nilainya dibandingkan seribu bulan, di mana Allah SWT akan melipat gandakan pahala amal kebaikan dan mengampuni noda dan dosa.
Para salafus shalih selalu merindukan datangnya bulan ramadhan. Mereka menantinya dengan penuh harap dan melakukan persiapan sejak dini untuk menyambutnya. Segala sesuatu yang berkaitan dengan kelancaran pelaksanaannya baik materi maupun ruhi sudah tersedia dan terprogram secara matang.
Mereka memaknai ramadhan secara luas. Tidak hanya sebagai bulan untuk melakukan sholat, berzakat dan ritual ibadah lainnya saja akan tetapi lebih dari itu sejarah mengabadikan bahwa beberapa peristiwa penting terjadi pada bulan Ramadhan. diantaranya; perang Badar, perang Hunain, Fathu Mekah (penaklukan kota Mekah) dan perang Ain Jalut. Hal tersebut bisa terelisasi berkat persatuan dan kesatuan umat islam dalam memahami nilai-nilai yang terkandung dalam bulan ramadhan dan menjadikannya sebagai spirit untuk melakukan perubahan dan perbaikan.
Namun fenomena yang menarik dan terjadi hampir setiap tahunnya adalah sampai saat ini umat islam di Indonesia tidak pernah menemukan kata sepakat untuk penentuan awal ramadhan, atau idhul fithri atau idhul adha. Masing-masing organisasi massa islam seperti Muhammadiyah, NU, Persis, HT dan DDI kerap mengeluarkan hasil "ijtihadnya" dalam penentuan awal bulan ramadhan lalu memfatwakan kepada massanya untuk mengikutinya.
Hal tersebut berimbas kepada kebingungan dan kegamangan sebagian umat islam dalam memulai puasa, idul fithri dan idul adha. Terkadang di suatu desa atau kampung, karena penduduknya berbeda organisasi menimbulkan perbedaan mereka dalam memulai puasa atau idhul fithri.
Anehnya fenomena yang sama tidak terjadi di belahan dunia Islam lainnya seperti Timur Tengah dan Afrika. Kalaupun terdapat perbedaan dalam penentuan awal ramadhan, itu hanya terjadi antar negara bukan di satu negara sebagaimana kejadian di Indonesia.
Dalam beberapa tahun misalnya antar negara Arab Saudi dan Mesir atau Sudan terjadi perbedaan dalam penentuan awal bulan Ramadhan.
Khilafiah (perbedaan) antar negara tersebut dalam tinjauan fikih sah-sah saja, karena mungkin disebabkan perbedaan Mathla' (posisi terbitnya hilal).
Nah tulisan yang sederhana ini akan mencoba membahas faktor penyebab terjadinya khilafiah (perbedaan) para ulama mengenai persoalan tersebut dari tinjauan fiqih islam dan bagaimana pendapat mereka.
Penentuan Awal Bulan dan Fikih Islam
Khilafiah (perbedaan) para ulama islam dalam menentukan awal bulan bersumber dari perbedaan mereka dalam melihat hilal atau lebih dikenal dengan nama ikhtilaful mathali'. maksudnya bukan berarti bahwa matahari berjumlah lebih dari satu dan terbit di beberapa tempat, tetapi perbedaan posisi seseorang dalam melihat hilal. terkadang hilal bisa dilihat oleh mata telanjang atau dengan menggunakan alat teropong pada posisi tertentu, sementara itu ia tidak bisa terlihat pada suatu daerah karena tertutup awan atau jarak pandang yang jauh.
Kalau kita telaah khazanah keilmuan islam kita akan temukan bahwa ada dua sistem yang dipergunakan untuk penentuan awal bulan. dan itu mempunyai dalil kuat berdasarkan ayat Al -Quran dan hadits Rasul.
Pertama, Ru'yah Hilal. Adalah penentuan ramadhan dengan menggunakan penglihatan hilal (awal bulan) baik dengan mata telanjang atau alat teropong.
Kedua, Hisab. Adalah penentuan awal ramadhan dengan menggunakan hitungan hari.
Sudah menjadi kesepakatan para ulama islam bahwa standar untuk menentukan awal bulan adalah ru'yah hilal. Itu terjadi setelah tanggal 29 atau 30 sesuai dengan jumlah bilangan bulan arab. Hisab dalam konteks ini tidak dipergunakan karena tingkat keakuratannya yang lemah. Terkadang terjadi selisih 1 atau 2 hari dengan bulan arab. tetapi kalau hilal tidak bisa terlihat setelah tanggal 30, maka mereka membolehkan untuk menggunakan hisab (hitungan hari).
Allah SWT berfirman: Bulan ramadhan yang diturunkan padanya Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelas dari petunjuk dan pembeda. Barangsiapa di antara kalian yang melihatnya (hilal), maka berpuasalah. (QS. Al Baqarah: 185).
Juga berdasarkan hadits Rasululah SAW yang diriwayatkan Abu Hurairah dan Ibnu Umar: hendaklah kalian berpuasa ketika melihat hilal ramadhan, dan berbuka puasa (idul fithri) ketika melihat hilal syawal. apabila hilal tidak kelihatan (karena terhalangi awan atau yang lainnya) maka sempurnakan bulan sya'ban menjadi 30 hari. (ditakhrij Bukari, Muslim, An nasa'i, Ad Darami, Ahmad dan Baihaqi).
Menurut riwayat Ibnu Umar: jika kalian melihat hilal maka berpuasalah, jika kalian melihat hilal (syawal) maka berbukalah puasa. jika hilal tidak kelihatan, maka perkirakan 30 hari. (ditakhrij Bukhari, Muslim, An Nasa'i dan Ibnu Majah).
Para ulama sepakat bahwa jika hilal terlihat di suatu negeri, maka tidak wajib bagi negeri yang letaknya berjauhan untuk berpuasa.
Mereka berbeda pendapat dalam persoalan sebagai berikut: jika penduduk suatu negeri melihat hilal, apakah wajib hukumnya bagi negeri tetangganya mengikutinya untuk berpuasa? atau apakah masing-masing negeri memiliki mathla' (tempat terbit hilal) tersendiri?
Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini: Pertama: apabila hilal sudah terlihat, maka wajib bagi negeri tetangganya untuk mengikutinya berpuasa. itu pendapat jumhur (mayoritas) ulama, termasuk murid-murid Imam Maliki yang dari Mesir sebagaimana diriwayatkan Ibnul Qasim. (Bidayatul Mujtahid juz 2 hal 45-47).
Dalil yang dipergunakan sebagai sandaran adalah: Keumuman perintah Allah dan Rasulnya yang dalam QS. Al Baqarah: 185 dan hadits riwayat Abu Hurairah dan Ibnu Umar di atas. Teks perintah berpuasa berdasarkan "rukyatul hilal" bersifat umum berlaku untuk semua umat islam di mana saja ia berada, Kedua: jika penduduk suatu negeri melihat hilal, maka tidak wajib bagi negeri tetangganya untuk mengikutinya berpuasa. itu pendapat mazhab Syafi'i. termasuk murid-murid Imam Malik yang dari madinah, juga Ibnu Al Majisyun dan Al Mughirah. (Bidayatul Mujtahid juz 2 hal 45-47).
Dalil mereka adalah Hadits riwayat Muslim dari Kuraib bahwasanya Ummu Al Fadhl Binti Haritsah pernah mengutus Kuraib ke Muawiyah yang waktu itu menjadi gubernur Syam, Kuraib bercerita: saya berangkati ke Syam dan menunaikan keinginan Ummul Fadhl, lalu tiba bulan ramadhan, saya melihat hilal pada hari jum'at dan besoknya berpuasa. Kemudian saya kembali ke Madinah pada akhir bulan ramadhan. Ketika Kuraib sampai di Madinah, Abdullah bin Abbas bertanya: kapan engkau melihat hilal? aku menjawab:hari jum'at. lalu bertanya lagi: engkau sendiri yang melihatnya? aku menjawab: yang lain juga dan mereka semua berpuasa pada pagi harinya termasuk Muawiyah. Ibnu Abbas berkata: kita di Madinah melihat hilal pada hari sabtu, kita masih berpuasa sampai menyempurnakan 30 hari. Kuraib berkata: saya bertanya: tidakkah cukup kita mengikuti Muawiyah? Ibnu Abbas menjawab: tidak, seperti itu kita diperintah oleh Rasulullah SAW. (ditakhrij muslim, Abu Dawud, At Turmuzi, An Nasa'i dan Ahmad Bin Hanbal).
Ibnu Rusyd dalam kitabnya bidayatul mujtahid mengomentari hadits ini: secara jelas/nyata hadits ini menuntut bahwa setiap negara memiliki legalitas hukum tersendiri dalam melakukan ru'yah, tanpa berketergantungan dengan negara lain. (Bidayatul Mujtahid, juz 2 hal 50-51).
Berangkat dari tinjauan fiqih tersebut, sudah menjadi semakin jelas bahwa perbedaan para ulama dalam menentukan awal bulan ramadhan bersumber dari perbedaan mereka dalam Ru' yatul Hilal dan itu terjadi antar negara bukan di suatu negara sebagaimana kasus di Indonesia.
Jadi dalam bingkai persatuan dan kesatuan umat islam yang merupakan maqasidus Syari'ah (tujuan keber-agama-an), sudah seyogyanya umat islam di indonesia menyatukan persepsi dalam penentuan awal ramadhan dan berusaha menghindari dan mengurangi keputusan-keputusan yang kontra produktif yang berpeluang menimbulkan bibit-bibit perpecahan antar umat islam. Semoga dengan niat ikhlas dan keinginan kuat melalui penyatuan persepsi mengenai penentuan awal bulan ramadhan, umat islam di Indonesia mampu bangkit dari krisis-krisis lainnya. Amiin.
Beberapa organisasi massa Islam di Indonesia sudah menetapkan 1 Ramadhan 1429 H jatuh pada hari Senin tanggal 1 September 2008.
Sementara itu pemerintah RI baru akan menetapkan awal Ramadan 1429 H dalam sidang istbat yang kemungkinan akan digelar pada 31 Agustus 2008 di Kantor Departemen Agama. Sidang istbat akan dihadiri oleh perwakilan seluruh organisasi Islam. Bagaimana dengan Anda? (www.hidayatullah.com dan www.detik.com)